16 Most Important Things Every Woman Should Learn

infinite satori

“A woman is a beast. She is as lovely as she is repulsive. She is one part demon and one part goddess, one part slave and one part muse, one part child and one part mother. These contradictions are what makes a woman so intoxicating.”

– Andrea Mary Marshall

 securedownload

Note: This not just limited to one gender, it’s for everyone. But it is, however, dedicated to the sisterhood.

To every single woman in this world, I dedicate this post to you. May we always strive to become better people.

1. To be brave and to always follow your fears.

“Life shrinks or expands in proportion to one’s courage.”- Anais Nin

If you weren’t afraid of anything, what would you do?

With courage, you are given the power to do anything in the world. We hold ourselves back so much because of fear. I’ve known so many women who have…

View original post 3,067 more words

Advertisements

Logika Tutup Aurat

RE-BLOG FOR KINDNESS 🙂

My Ordinary Story

Berikut ini ada beberapa tweet dari akun yang saya follow di twitter @_Handschar_ ini adalah argumennya tentang tutup aurat. Mungkin yang kaum hawa berminat untuk baca? demi kebaikan diri sendiri kok.

View original post 107 more words

this may the 2nd, HIJAB

Assalamu’alaykum 🙂

 

Here I am. you can call me ami. my little name. hehe ok itu ga terlalu penting, tapi penting untuk kita saling mengenal 🙂 di temani lagu Mine dari abang Petra Sihombing, here we go!

Saya berhijab Alhamdulillah sudah 2,5 tahun terakhir ini. Baru sebentar memang, tapi inilah langkah terbesar dalam hidup saya untuk menjadikan muslim sebagai identittas saya. Kok baru di jadikan identitas setelah berhijab? Iya, dulu saat sebelum saya membulatkan tekad untuk menutupi aurat dengan sebaik-baiknya, saya merasa ada yang kurang. saya merasa ada yang kurang dari kedekatan saya dengan Allah SWT dan hanya tahu saya muslim, saya shalat 5 waktu dan mengahfal surah pendek. saya merasa memang lebih besar godaannya saat belum menutup aurat. Misalnya, ketika saya melakukan shalat 5 waktu, yang saya lakukan setelah shalat bukannya berdzikir, tapi menyisir rabmbut! merapihkan, memblow(oke lebay), yang tadinya habis wudhu (misalnya) saya pakai baju panjang lalu di turunkan lengannya, setelah shalat dan mengucap salam, buru-buru saya menaikkan lengan baju saya. Astagfirullahal’adzim..

Selain itu, ketika saya berpergian, kemanapun. KEMANAPUN. saya selalu di sangka orang non-muslim. entah apa yang mereka lihat dari wajah atau cara berpakaian saya, tapi setiap orang yang gak sengaja ketemu di suatu tempat dan cukup lama berdiri di depan atau samping saya pasti bertanya “dek, mau ke gereja?” atau “dek, chinese? atau katolik?” itu semua yang menjadi pertanyaan buat saya sendiri “segitu gak keliatannya gue muslim, atau gue yang tidak me-muslimkan diri?” akhirnya, di berbagai kesempatan yang memungkinkan saya mengenakan kerudung, saya selalu pakai seharian dan setiap saya pulang ke rumah hari jum’at dan ketemu nenek saya, pasti beliau berkata “sok atuh, di lereskeun tiungna, di anggo terusnya ka.”dan ketika itu yang bisa saya lakukan nyengir sambil ngebatin “iya.. di coba terus biar jadi muslimah” hehehe…

Nah, kapan dan bagaimana perasaan berhijab itu muncul?

Yap. ketika saya bergaul dengan teman-teman yang mengenakan jilbab juga. dulu, sebelum kenal sama mereka, tidak terlintas di benak saya untuk berhijab. karena teman-teman saya sebelum transisi teman ini, baru sedikit sekali yang mengenakannya. jadi saya cuek banget dengan hijab dan menutup aurat. selain itu saya dulu atlet renang. well, you know-lah saya harus mengenakan pakaian yang menunjang kecepatan saya dalam berenang. dan ketika bertemu dengan mereka ini, saya malu. awalnya sih, malu karena saya main sama mereka, foto-foto sama mereka, tapi saya jadi keliatan beda sama mereka. padahal kita sama-sama muslim. Lalu saya cari tahu mengenai hijab, kewajiban, hakekat, syarat, dan cara memakainya. dari awalnya cuman iseng searching di google, dan tiap pelajaran agama pakai kerudung, muncul dorongan, “coba deh seminggu pake” unfortunately, ketika itu saya kelas 1 SMK, dan gagal melancarkan aksi berhijab. hehehehe… entah karena saya masih pacaran juga mungkin ya, jadi masih aja gitu pingin pamer rambut sama pacar (jangan pernah di tiru ya!)

Kemudian, naik kelas, dan saya putus sama pacar saya. jeng jeng! dari putus sama pacar saya itu, saya belajar kalau pacaran, di sakitin cowok, ya cewek se-sayang-sayangnya dia sama pacar, selama-lama nya pacaran, harus lah bisa mutusin! wey, udah di sakitin loh. masih bisa sayang sama laki-laki yang menyakiti hati wanita?? saya sih tidak. maaf saja. itu tandanya dia telah berani menyakiti hati ibunya. satu hal yang pasti. DIA BELUM TENTU IMAM MASA DEPAN MU dan mulai berpikir, oh.. pacaran ga ada untungnya sama sekali gals. nani kita sharing 🙂 dan saya mulai mencari. mencari. dan mencari, keadilan dan Tuhan. waktu itu di otak saya hanya ada kata “haus” dan “cari”. “saya harus ngapain kalo mau tau yang benar dan yang salah?” saya sih merasa terjerumus hahaha dengan pacaran, dan cinta. dan saya dulu tidak tahu sama sekali cinta yang baik itu seperti apa. ngomongin cinta, banyak deh ceritanya. hehe

Setelah merasa saya memang harus mencari, saya mencari tentang agama dan menjadi muslim yang baik. belajar, dan selama beberapa hari di bantu teman-teman terbaik saya untuk mempertahankan hijab itu. mungkin ini terlambat, tapi daripada tidak pernah saya lakukan kan? 🙂 alhamdulillah, Allah kasih saya hidayah. saya merasa malu sama Allah, semoga Allah memaafkan saya.. kelas 2 semester 2 akhir, lagi ujian, saya memutuskan mengenakan hijab 🙂 berantakan sekali awalnya. gak pede banget. dan selama beberapa minggu masih di pakaikan teman dan adik.

akhirnya saya mengenakan hijab dengan bulat hingga sekarang 🙂


 

berhijab-meskipun bukan suatu pilihan yang konkrit(red. jelas) karena memang harus dilaksanakan gals-namun hijab adalah kewajiban bagi seorang muslimah untuk menutup selurh tubuhnya dari ujung rambut sampai ujung kaki. untuk apa? jelaslah kalian pasti sudah tahu dan telah di beritahu sejak kecil, untuk menghalangi timbulnya fitnah dan ghibah 🙂

Saya bersyukur karena diberi kesempatan untuk berhijab sedini mungkin. Bagaimana tidak? masih banyak teman-teman saya yang belum berhijab di luar sana, dan saya tahu pasti hati kecilnya sendiri bertanya, kapan saya akan mengenakan hijab?

In shaa Allah ukhti 🙂 kalian bisa! hamasah!

well, masih bersama lagu “Mine” by Petra Sihombing, mungkin bagi yang sedang mencari-cari dan mencuri-curi pandangan terhadap hijab, jilbab, kerudung, I have a little information for you all maybe this can help 🙂
Check this out!
Sebenarnya, bagian mana dalam Islam yang menyatakan perintah mengenakan hijab?
Allah SWT begitu menyayangi mu wahai muslimah 🙂 buktinya amatlah jelas. Allah menyeru kita, para wanita untuk menutup aurat dan sudah tersurat dalam Al-Qur’an. “Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pendangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama islam), atau hambasahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (Q.S An-Nur: 31)
Subhanallah 🙂 selain di perintahkan untuk menutup aurat, dijelaskan pula siapa saja yang boleh melihatt aurat kita teman-temaan 🙂 masih kurang jelas kah? masih mencari dalil mana lagi yang menjelaskan tentang berhijab?
saya punya satu lagi. Allah SWT berfirman, “Wahai Nabi! katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istr-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
Dan, dalil yang mengatakan bahwa jilbab merupakan pakaian saat aktivitas di luar rumah adalah ahdis yang diriwayatkan dari Ummu Athia ra. berkata, ” Rasulullah SAW memerintahkan kaum wanita agar keluar rumah menuju shalat id, maka Ummu Athia berkata, ‘salah seorang di anttara kami tidak memiliki jilbab’ Maka Rasulullah SAW menjawab, ‘Hendaklah saudarinya meminjamkan jilbabnya kepadanya‘”

Bagaimana? sudah cukup jelas bahwa perintah berhijab/menutup aurat merupakan perintah dari Allah SWT?
Masih penasaran, kenapa berhijab seluruh tubuh untuk wanita saja? apa itu hijab? apa saja macamnya hijab? beda kah berhijab dengan berjilbab? bagaimana hijab yang syar’i menurut pandangan agama? dan apa itu tabbaruj?

well.. saya mau pergi dulu ya! nanti di lanjutkan lagi 🙂

Assalamu’alaykum 🙂